Secaraumum puisi "Doa" Taufik Ismail memiliki tema yang sama dengan puisinya Amir Hamzah "Padamu Jua" yaitu ketuhanan. Dalam puisi ini menjelaskan sebuah doa yang di panjatkan atas cobaan yang diterima. Subjek yang digunakan kedua penyair ini adalah tokoh si Aku sebagai penderita. TaufikIsmail 1. Dengan puisi aku bernyanyi 2. Sampai senja umurku nanti 3. Dengan puisi aku bercinta 4. Berbatas cakrawala 5. Dengan puisi aku mengenang 6. Keabadian yang akan datang 7. Dengan puisi aku menangis 8. Jarum jamm bila kejam mengiris 9. Dengan puisi aku mengutuk 10. Nafas zaman yang busuk 11. Dengan puisi aku berdoa 12. Namun selain Sajadah Panjang, masih ada beberapa puisi hebat karya Taufik Ismail, 5 di antaranya berikut ini. 1. Kembalikan Indonesia Padaku (Paris, 1971) Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Kumpulan puisi-puisi Taufik Ismail tahun 1953-1960 1. Doa dalam Lagu 2. Dadang, Pemetik Kecapi Tua 3. Rimba Jati (Alas Roban) 4. Kemarau di Desa Bangkirai 5. Pelancing Kemalaman 6. Membajak Kembali 7. Riwayat 8. Hanggar 17 9. Lagu Roban 10. Mimpi 11. Nostalgia Pelayaran Atlantika 12. Kelopak Musim Semi 13. Pulang 14. Itumenghiasi karpet jutaan doa. Setiap rumah tempat Anda tinggal. Aku hilang dan mencari. Mereka bercerita tentang masjid. Ketika tiba waktunya untuk mengumandangkan adzan, bergabunglah. kamu pergi ke fajar. Anda tidak bisa sampai ke barisan depan. Jadi jika Anda tidak ingin membuang waktu. berdoa di mana saja. Di lantai masjid ini, yang IqtNq. Berikut puisi Doa Taufik Ismail 1966 Tuhan kamiTelah nista kami dalam dosa bersamaBertahun membangun kultus iniDalam pikiran yang gandaDan menutupi hati nurani Ampunilah kamiAmpunilahAmin Tuhan kamiTelah terlalu mudah kamiMenggunakan asmaMuBertahun di negeri iniSemogaKau rela menerima kembaliKami dalam barisanMu Ampunilah kamiAmpunilahAmin. - "Dengan Puisi, Aku" adalah salah satu karya ternama Taufik Ismail, seorang penyair Indonesia. Puisi ini menggambarkan dengan jelas bagaimana sosok "aku" menikmati kehidupannya yang berdampingan dengan lebih memahaminya, berikut isi dan makna puisinya Isi puisi "Dengan Puisi, Aku" Dikutip dari buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas 2020 karya Supriyanto, berikut isi puisi "Dengan Puisi, Aku" Dengan Puisi, aku bernyanyiSampai senja umurku nantiDengan puisi, aku bercintaBerbatas cakrawala Dengan puisi, aku mengenangKeabadian yang akan datang Baca juga Makna Puisi Karangan Bunga Karya Taufiq Ismail Dengan puisi, aku menangisJarum waktu bila kejam mengiris Dengan puisi, aku mengutukNafas zaman yang busuk Dengan puisi, aku berdoaPerkenankanlah kiranya.

puisi karya taufik ismail doa