Denganberat tubuh 12 gram, membuat burung pipit rentan mengalami kematian. "Kemungkinannya infeksi avian influenza H7N9 yang tertular dari burung migran. Suhu ekstrim, burung bisa gagal beradaptasi, dan poisoning atas penggunaan pestisida di wilayah pertanian," kata Slamet dalam tayangan Metro di Metro TV pada Rabu, 15 September 2021.
Antaralain otot di sayap menciut, darah di sistem usus, gagal ginjal dan hilangnya lemak. "Tampak bahwa penyebab kematian dari burung-burung itu adalah badan yang kurus sebagai akibat dari kelaparan," kata Jonathan Sleeman, direktur USGS National Wildlife Health Center.
Sebagianbesar penyebab kematian burung menurut Drh. Dharmojono, langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh malnutrisi (kekuranglengkapan gizi) dan stres. Banyak pemelihara memberi makan burungnya cukup banyak kadang malah berlebihan, tetapi mutunya rendah dan monoton sehingga dapat terjadi defisiensi (kekurangan sesuatu zat nutrisi). Drh.
Burungyang semula tampak sehat, atau tidak menunjukkan perilaku sakit, tiba-tiba lemas di bagian bawah kandang dan mati. Kondisi ini sering menjadi pertanyaan bagi kicaumania. Untuk menjawab ini, berikut beberapa penyebab burung mati mendadak dan bagaimana cara mencegahnya. Burung yang sakit dapat diamati dari perilaku sehari-hari mereka.
Ya sebelum mengalami kematian mendadak, burung sebenarnya sudah sakit terlebih dulu, baik yang disebabkan oleh agen penyakit berbentuk virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Sebagian termanifestasi melalui gejala klinis yang muncul atau dapat kita lihat, namun sebagian lagi terkadang tidak muncul.
KLWLNn. CIREBON - Setelah di Bali, fenomena ratusan burung pipit berjatuhan mati mendadak terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Selasa 14/9/2021. Kali ini, kejadian tersebut terjadi di halaman Kantor Pemerintah Kota Cirebon. Bangkai burung pipit berserakan di sekitar pepohonan di areal depan hingga belakang Balai Kota Cirebon. Bahkan, beberapa bangkai burung juga tercebur di dalam got yang berada di sekitar tempat tersebut. Namun, ratusan burung yang berjatuhan dari atas pohon itu tidak semuanya mati. Pasalnya, terdapat beberapa burung yang masih hidup tapi kondisinya lemas dan tidak berdaya. Kejadian ini kali pertama diketahui oleh sejumlah petugas kebersihan Pemkot Cirebon. Mereka kaget saat hendak membersihkan taman, ratusan burung ditemukan tergeletak mati dengan bulu-bulu yang basah. Baca juga Ratusan Burung Pipit Mati Secara Misterius di Balai Kota Cirebon, Sampel Air Liurnya Kini Diperiksa Saat petugas kebersihan hendak membersihkannya, beberapa burung langsung terbang, kemudian hinggap lagi di tanah. Jarak terbangnya juga tidak jauh, kira-kira hanya tiga hingga lima meter. Hingga kini, belum diketahui penyebab burung-burung itu mati. Selain membersihkan, sebagian petugas ini juga mengabadikan momen langka untuk dilaporkan ke sejumlah pihak. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perhatian banyak orang. Protokol Pemkot Cirebon, Prasojo Raharjo Utomo, mengaku terkejut saat tiba di Balai Kota Cirebon pada Selasa pagi. Sebab, selama berdinas di Balai Kota Cirebon, baru pertama ia kali melihat pemandangan ratusan bangkai burung pipit berserakan. "Burung-burung ini memang menghuni pepohonan di Balai Kota, tapi biasanya enggak ada masalah," ujar Prasojo.
Yogyakarta Ratusan burung pipit mati secara massal dan mendadak di sejumlah wilayah. Wakil Direktur Bidang Pendidikan Rumah Sakit Karya Husada RSKH Universitas Gadjah Mada UGM Slamet Raharjo menjelaskan, terdapat beberapa kemungkinan penyebab terjadinya fenomena ini. Slamet menyatakan, kematian sekelompok burung kecil yang menyebar di wilayah tropis dunia lama dan kawasan Australasia ini merupakan hal yang wajar terjadi. Dengan berat tubuh 12 gram, membuat burung pipit rentan mengalami kematian. “Kemungkinannya infeksi avian influenza H7N9 yang tertular dari burung migran. Suhu ekstrim, burung bisa gagal beradaptasi, dan poisoning atas penggunaan pestisida di wilayah pertanian,” kata Slamet dalam tayangan Metro di Metro TV pada Rabu, 15 September 2021. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Slamet menerangkan, perlu dilakukan investigasi laboratorium terkait penyebab burung kecil pemakan biji-bijian ini. Metabolisme tubuh burung pun disebut tidak sekuat burung besar yang mampu beradaptasi dengan cepat. “Bisa juga karena badai yang membawa zat-zat toksik dalam udara, kemudian terhirup oleh burung pipit,” jelas Slamet. Slamet menerangkan, kematian burung secara massal dan mendadak ini tidak memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup manusia. Fenomena ini sering terjadi di negara lain dengan lokasi yang berbeda-beda. “Secara ilmiah belum ada bukti penularan langsung, misalnya dari dari H7N9 langsung menular ke manusia. Jadi, secara umum bisa dikatakan tidak berbahaya bagi manusia,” terangnya. Nadia Ayu
penyebab burung mati mendadak